Abstract :
Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi profesional
perawat yang bertujuan untuk membantu proses penyembuhan pasien.
Komunikasi terapeutik sangat penting dimiliki oleh perawat karena perawat
merupakan profesi kesehatan yang paling intensif berinteraksi dengan pasien.
Beban kerja yang tidak seimbang akan mempengaruhi kerja dan layanan
keperawatan. Beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi pelaksanaan
komunikasi terapeutik.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan
pelaksanaan komunikasi terapeutik di bangsal penyakit dalam dan bedah RSUD
Dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan desain
penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
teknik total sampling dengan besar sampel yang diteliti 65 responden.
Pengumpulan data beban kerja perawat menggunakan instrumen kuesioner NASATLX
dan komunikasi terapeutik dengan menggunakan instrumen kuesioner.
Teknik pengolahan data menggunakan uji statistik Kendall?s tau.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja perawat paling
banyak tergolong dalam beban kerja tinggi (52,3%) dan pelaksanaan komunikasi
terapeutik paling banyak tergolong baik (47,7%). Berdasarkan analisis Kendall?s
tau menunjukan ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan
pelaksanaan komunikasi terapeutik di bangsal penyakit dalam dan bedah RSUD
Dr. Tjitrowardojo Purworejo dengan nilai p= 0,000 (p<0,05) dan tingkat keeratan
hubungan sedang dengan arah hubungan negatif artinya semakin tinggi beban
kerja maka pelaksanaan komunikasi terapeutik akan semakin kurang.
Kesimpulan: ada hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik di bangsal penyakit dalam dan bedah RSUD Dr.Tjitrowardojo Purworejo.
Kata kunci: beban kerja perawat, komunikasi terapeutik, perawat.