Abstract :
Latar Belakang: Ulkus diabetik merupakan ulkus kaki pada pasien diabetes
mellitus yang mengalami perubahan patologis akibat adanya infeksi sehingga
menimbulkan ulserasi yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis, dan
penyakit perifer dengan derajat yang bervariasi. Indikator untuk mengukur status
nutrisi salah satunya adalah dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang
seimbang sangat berpengaruh dalam proses penyembuhan ulkus.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan status nutrisi (IMT) dengan
derajat ulkus diabetik di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional
melalui pendekatan studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 24
responden yang melakukan rawat jalan di Poli Bedah RSUD Panembahan
Senopati Bantul dengan teknik pengambilan sampel mengunakan tehnik
Purposive sampling. Analisis statistik yang di gunakan adalah Spearman Rank.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan nilai p value = 0,003 yang
berarti p<0,05 maka dapat dinyatakan hipotesis dalam penelitian ini diterima
yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara status nutrisi (IMT)
dengan derajat ulkus diabetik dengan nilai koofisien korelasi sebesar 0,588 dan
kekuatan korelasi sedang yaitu 0,4-0,6. Hasil penelitian di dominasi oleh
responden berjenis kelamin perempuan yang berusia antara 50-64 tahun dan
kebanyakan bekerja sebagai petani serta berada pada status nutrisi (IMT) praobesitas
dengan
derajat
ulkus
paling
tinggi
adalah
derajat
2.
Kesimpulan:
Terdapat
hubungan
antara
status
nutrisi
(IMT)
dengan
derajat
ulkus
diabetik di
RSUD
Panembahan
Senopati
Bantul
Yogyakarta
Kata
Kunci
:
Status
Nutrisi,
Indeks
Massa
Tubuh
(IMT),
Derajat
Ulkus
Diabetik,
Diabetes
Mellitus
(DM)