Abstract :
Latar Belakang: Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan di negara
berkembang maupun di negara maju. World Health Organitazion 2013 menegaskan
jumlah klien gangguan jiwa di dunia mencapai 450 juta orang dan paling tidak ada 1
dari 4 orang di dunia mengalami masalah gangguan jiwa. Sebagian besar pasien
skizofrenia mengalami ketidakpatuhan minum obat, hal ini akan berdampak pada
onset kekambuhan yang tinggi dengan gejala psikotik yang menonjol/parah. Untuk
mengurangi kekambuhan penting bagi pasien skizofrenia untuk patuh minum obat.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan ketidakpatuhan minum obat dengan
terjadinya kekambuhan pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Temon 1
Kulon Progo Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan
rancangan cross sectional, sebagai subjek penelitiannya adalah Responden yang
menderita skizofrenia yang berada di wilayah Puskesmas Temon 1 Kulon Progo
Yogyakarta, dengan jumlah sampel 48. Untuk pengumpulan data, peneliti
menggunakan lembar Observasi dan diisi oleh responden dengan lembar persetujuan.
Hasil: Terdapat hubungan ketidakpatuhan minum obat dengan terjadinya
kekambuhan Skizofrenia di Puskesmas Temon I Kulon Progo Yogyakarta, dengan
hasil p=0,00 sehingga nilai p lebih kecil dari nilai ? = 0,05 (p<0,05).
Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna
antara hubungan ketidakpatuhan minum obat dengan terjadinya kekambuhan pada
pasien Skizofrenia di Puskesmas Temon 1 Kulon Progo Yogyakarta.
Kata Kunci: (Ketidakpatuhan Minum Obat, Terjadinya Kekambuhan, Skizofrenia)