Abstract :
Latar Belakang : Semakin meningkatnya jumlah lansia dengan timbulnya
masalah degeneratif dan Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan
tantangan khusus bidang kesehatan pada abad ke-21. PTM pada lansia
terbanyak yaitu hipertensi. Perubahan fisiologi menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah, sehingga menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Peningkatan tekanan darah akan mempengaruhi kemampuan perfusi ke jaringan tubuh, diantaranya otak yang berfungsi sebagai pusat pengaturan
keseimbangan tubuh. Jika keseimbangan berkurang maka akan meningkatkan risiko terjadinya jatuh.
Tujuan : Mengetahui hubungan hipertensi dengan risiko jatuh pada lansia di Puskesmas Kasihan II.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain deskriptif korelasi dan metode pendekatan cross sectional. Besar sampel menggunakan rumus Slovin dan didapatkan jumlah sampel 100 orang lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes Time Up and Go dan
analisa data menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Spearman didapatkan hasil dengan
nilai p-value 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,771 artinya ada hubungan yang signifikan bersifat positif dengan kekuatan korelasi yang kuat antara hipertensi dengan risiko jatuh pada lansia di Puskesmas Kasihan II Bantul.
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan risiko
jatuh pada lansia di Puskesmas Kasihan II Bantul.
Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Risiko Jatuh