Abstract :
Latar Belakang: Remaja sering disebut sebagai masa transisi karena mereka akan berfikir kritis dan tidak mau menerima pendapat orang lain. Lingkungan yang tidak
kondusif dan perilaku yang tidak baik maka sangat memicu terjadinya bullying. Perilaku bullying dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya harga diri.
Harga diri merupakan kunci terpenting karena harga diri sangat berpengaruh pada proses berfikir dan pengambilan keputusan. Harga diri rendah memiliki
kecenderungan besar untuk menjadi korban bullying, jika bullying tidak ditangani
maka akan berdampak buruk pada psikis remaja.
Tujuan : Mengidentifikasi permasalahan tentang harga diri pada remaja dengan
kecenderungan menjadi korban bullying di SMP N 12 Yogyakarta.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendektan
cross sectional, pengambilan data menggunakan teknik total sampling dan sampel
penelitian berjumlah 153 responden. Instrument yang digunakan kuesioner, metode
analisis menggunakan Kendall Tau.
Hasil : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil siswa-siwi dengan harga diri
tinggi sebanyak 67 siswa (43,8%) dan harga diri rendah 86 siswa (56,2%). Siswasiswi
dengan kecenderungan menjadi korban bullying ringan sebanyak 30 siswa
(19,6%), sedang sebanyak 27 siswa (17,6%) dan berat sebanyak 96 siswa (62,7%).
Hasil uji statistik menggunakan Kendall Tau didapatkan nilai p-value 0,000 (<0,05).
Simpulan : Terdapat hubungan antara harga diri dengan kecenderungan menjadi
korban bullying pada remaja di SMP N 12 Yogyakarta.
Kata Kunci: Bullying, Harga Diri, Remaja.