Abstract :
Latar Belakang : Narapidana yang beresiko tinggi mengalami stres dan harga diri ia akan mempengaruhi pola pikir dan akan mempengaruhi koping individu. Bila tingkat stres dan harga diri tidak di tangani lebih lanjut akan
menyebabkan perilaku kekerasan. Selain dapat membahayakan diri sendiri, lingkungan maupun orang lain juga dapat terjadi percobaan bunuh diri pada
orang yang mengalami stres dan harga diri
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui adakah hubungan tingkat stres dan
harga diri narapidana di lembaga permasyarakatan narkotika kelas II-A
Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang akan digunakan adalah kuantitatif
dengan rancangan penelitian tehnik Cross Sectional. Metode pengambilan
sampel dengan Nonprobability Sampling dengan menggunakan teknik
Purposive Sampling. Populasi penelitian sebanyak 331 narapidana di
Lembaga Permasyarakatan Kelas II-A. Jumlah sampel sebanyak 183
narapidana. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Depression
Anxiety Stres Scale (DASS42) dan Rosenberg Self Esteem (RSE). Analisa
data menggunakan uji statistik Spearman Rank
Hasil Penelitian : Responden tingkat stres ringan sebanyak 28 responden
(16,3%) , tingkat stres sedang sebanyak 56 responden (30,1%) , tingkat stres
berat sebanyak 98 responden (53,6%) , dan tingkat stres sangat berat sebanyak
2 responden (1,1%). Dan untuk harga diri tinggi sebanyak 76 responden
(41,5%) dan harga diri rendah sebanyak 107 responden (58,5%). Hasil dari uji
Spearman Rank menunjukan adanya hubungan antara tingkat stres dengan
harga diri p= 0.000.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan harga diri di
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Yogyakarta.
Kata Kunci : Tingkat Stres, Harga Diri, Narapidana