Abstract :
Latar Belakang:Bayi berat lahir rendah (BBLR) dikelompokan menjadi 2
kategori, yaitu BBLR karena prematur usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan
BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), yaitu bayi yang cukup
bulan tetapi berat badan kurang.Salah satu indikator untuk mengetahui derajad
kesehatan masyarakat di Indonesia adalah Angka Kematian Bayi (AKB). Target
Sustanable Development Goals tahun 2030 yaitu AKB sebesar 12 per 1000
kelahiran hidup.Berdasar Survei Pendududk Antar Sensus (SUPAS) 2015
menunjukkan AKB di Indonesia 22,33 per 1000 kelahiran hidup. Angka tersebut
masih jauh dari target SDGs.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan nesting terhadap frekuensi nadi pada
BBLR di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo
Metode Penelitian: Penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan Pre test
postest design dilakukan pada tanggal 24 Mei-10 Juni 2017. Pengambilan sampel
dengan menggunakan teknik Quota sampling sebanyak 15 bayi BBLR. Penelitian
ini dilakukan di ruang perinatologi RSUD Tjitrowardojo Purworejo.
Hasil:Berdasarkan uji wilcoxcon didapatkan bahwa mengetahui pengaruh
penggunaan nesting terhadap perubahan frekuensi nadi pada bayi berat lahir
rendah maka nilai p = 0,001 <0,05 berarti ada hubungan yang signifikan antara
pengaruh Penggunaan nesting adalah pada perubahan denyut nadi pada bayi yang
berat lahirnya rendah di ruang perinatologi RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Kesimpulan: Ada pengaruh penggunaan nesting terhadap perubahan denyut nadi
pada bayi berat lahir rendah di perinatologi RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Kata Kunci BBLR, frekuensi nadi, nesting.