Abstract :
Latar Belakang: Lanjut usia (lansia)menurut WHO (World Health Organization) adalah
kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih.Lansia sering terjadi masalah yang
sangat beragam dan salah satunya adalah depresi. Depresi merupakan suatu gangguan
mental umum yang ditandai dengan mood tertekan, kehilangan kesenangan atau minat,
perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan
konsentrasi. Masalah ini dapat akut atau kronik dan menyebabkan gangguan kemampuan
individu untuk beraktivitas sehari-hari.
Tujuan: Mengetahui hubungan amtara tingkat depresi lansia dengan kemampuan activity
daily living pada lansia di PSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah deskriptif analitik. Rancangan penelitian yang
digunakancross sectional. pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 60. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data
yaitu menggunakan kuesioner. Analisis uji statistik yang digunakan untuk mengetahui
hubungan kedua variabel menggunakan uji kendall tau.
Hasil Penelitian: Menunjukan Tingkat depresi yang dialami lansia mayoritas dalam
kategori yang berat 31 (51,7%). Tingkat Kemampuan ADL Lansia mayoritas adalah
kategori ketergantungan ringan sebesar 33 (55,0%). Analisis uji korelasi diperoleh nilai pvalue
sebesar
0,005.
Kesimpulan:
terdapat
hubungan
antara
tingkat
depresi
lansia
dengan
kemampuan
activity
daily
living
pada
lansia
di
PSTW
Budi
Luhur
Bantul
Yogyakarta.
Kata
Kunci:
Lansia,
Depresi,
ADL