Abstract :
Latar Belakang: Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan
oleh semua orang. Setiap orang memerlukan kebutuhan istirahat atau tidur yang
cukup agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Kuantitas dan kualitas tidur
yang kurang pada remaja dapat menyebabkan terjadinya rasa kantuk yang
berlebihan di siang hari dan penuruanan tingkat atensi disiang hari. Gangguan
pola tidur berupa pola tidur yang berlebihan menimbulkan efek negatif pada
performa disekolah, fungsi kognitif dan mood serta gangguan akademik remaja.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan kuantitas tidur dengan kelelahan pada
siswa di SMK Penerbangan AAG Adisucipto Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian yang ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitiaan ini adalah seluruh siswa
SMK Penerbangan AAG Adisucipto Yogyakarta. Jumlah sampel penelitian
sebanyak 165 siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen
penelitian kuantitas tidur dan kelelahan menggunakan kuesioner. Olah data
menggunakan uji statistik Spearmank Rank.
Hasil Penelitian: Hasil penilitian didapatkan bahwa mayoritas responden dengan
kuantitas tidur kurang dengan kelelahan sangat lelah sebanyak 76 responden
(46,1%) sedangkan responden dengan kuantitas tidur berlebih tingkat kelelahan
lelah sebanyak 1 persentase (0,06%). Berdasrkan analisis Spearman Rank
diperoleh hasil p=0,000(p<0,05 dan r=-0,478 artinya ada hubungan antara
kuantitas tidur dengan kelelahan pada siswa di SMK Penerbangan AAG
Adisucipto Yogyakarta dengan kekuatan hubungan tergolong sedang dengan arah
hubungan negatif artinya semakin kurang kuantitas tidur maka kelelahan sangat
lelah.
Kesimpulan: Ada hubungan kuantitas tidur dengan kelelahan pada siswa di SMK
Penerbangan AAG Adisucipto Yogyakarta.
Kata Kunci : Kuantitas tidur,kelelahan.