Abstract :
Latar Belakang: Masa neonatus (bayi berusia 0-28 hari) merupakan masa yang
krusial karena bayi baru lahir (BBL) harus mampu beradaptasi dengan lingkungan
barunya yaitu lingkungan di luar uterus sehingga ibu sebagai orang yang paling dekat
dengan BBL memiliki peran penting untuk melakukan perawatan BBL dengan baik
dan benar. Kurangnya kemampuan ibu dalam merawat BBL akan mempengaruhi
kesehatan bayi dan dapat menyebabkan kesakitan serta kematian pada BBL.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status paritas dan self efficacy dengan
kemampuan ibu merawat bayi baru lahir (BBL) di RSUD Wates Kulon Progo
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelatif dengan
metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total
sampling, dengan sampel sebanyak 50 responden ibu post partum yang memiliki bayi
usia 3-28 hari dan terdaftar atau menjalani perawatan di RSUD Wates Kulon Progo
Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square test sebagai analisa
bivariat, dan menggunakan uji Regresi Linear Berganda sebagai analisa multivariat.
Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara status paritas dan self efficacy dengan
kemampuan ibu merawat BBL di RSUD Wates (p=0,000 < 0,05) dan faktor yang
paling erat hubungannya adalah self efficacy (p=0,001 < 0,05).
Simpulan : Self efficacy merupakan faktor penting dalam perawatan BBL di 28 hari
masa awal kehidupan bayi. Oleh karena itu perlu adanya dukungan keluarga secara
emosional terkait perawatan BBL dan pendampingan tenaga kesehatan dengan
pemberian edukasi terkait perawatan BBL guna mencapai peran ibu yang mampu
merawat BBL dengan baik.
Kata Kunci: Bayi Baru Lahir, Status Paritas, Self Efficacy, Kemampuan Ibu
Merawat Bayi Baru Lahir.