Abstract :
Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah jenis penyakit demam
akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengan genus
flavivirus. Pemerintah DIY mengeluarkan program kegiatan Gerakan Satu
Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Jumantik adalah seseorang yang melakukan
pemantauan, pemeriksaan, pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti dan
melakukan penyuluhan kesehatan tentang DBD dan PSN. Dalam upaya PSN,
jumantik memerlukan bantuan partisipasi masyarakat salah satunya partisipasi ibu
rumah tangga yang akan meminimalkan terjadinya DBD di keluarga maupun di
lingkungan sekitar.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu rumah
tangga tentang kader jumantik dengan praktik pemberantasan sarang nyamuk di
Dusun Pandeyan Desa Bangunharjo.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif
korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik simple random
sampling dan didapatkan 69 responden dari jumlah populasi sebanyak 219 ibu
rumah tangga di Dusun Pandeyan yang dihitung dengan rumus Slovin.
Pengumpulan data akan dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa
menggunakan metode Kendall Tau.
Hasil Penelitian : Sebagian besar responden memiliki persepsi baik tentang
jumantik sebesar 51 responden (73,9%), persepsi cukup tentang jumantik sebesar
13 responden (18,8%) dan persepsi kurang tentang jumantik sebesar 5 responden
(7,2%). Berdasarkan hasil uji Kendall Tau diperoleh bahwa terdapat hubungan
antara persepsi ibu rumah tangga tentang kader jumantik dengan praktik
pemberantasan sarang nyamuk dengan nilai p-value 0,000 dan nilai koefisien
korelasi 0,591 menunjukkan keeratan hubungan dalam kategori sedang.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara persepsi ibu rumah tangga tentang kader
jumantik dengan praktik pemberantasan sarang nyamuk di Dusun Pandeyan Desa
Bangunharjo.
Kata Kunci : Ibu Rumah Tangga, Persepsi, Kader Jumantik, Praktik
Pemberantasan Sarang Nyamuk.