Abstract :
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu adalah salah satu indikator keberhasilan
pembangunan sektor kesehatan dan mengacu pada jumlah kematian ibu yang
terkait dengan masa kehamilan, persalinan dan masa nifas. Diperkirakan bahwa
60% kematian ibu terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi
dalam selang waktu 24 jam pertama. Hal ini perlu di waspadai dengan
meningkatkan angka kunjungan nifas. Akan tetapi ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kunjungan ibu nifas yaitu tingkat pengetahuan, pendidikan, umur
dan sikap.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
tingkat pengetahuan, pendidikan, umur dan sikap dengan kepatuhan kunjungan
ibu nifas di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode observasional yang
dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di
wilayah kerja Puskesmas Pandak 1 Bantul desa Wijirejo dan Gilangharjo pada
bulan Mei 2017 dengan teknik pengambilan sampel meggunakan total sampling
sebanyak 60 responden. Data penelitian diambil dengan menggunakan lembar
kuesioner untuk data primer selanjutnya dilakukan tabulasi data. Pengelolahan
data menggunakan uji statistik chi-square dan uji regresi logistik.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat
pengetahuan dan kepatuhan kunjungan nifas (p=0,000), tingkat pendidikan
(0,000), sikap (p=0,000), sedangkan yang tidak memiliki hubungan dengan
kepatuhan kunjungan nifas yaitu variabel umur (p=0,443), hasil analisis uji
regresi logistik menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor paling
dominan dengan kepatuhan kunjungan nifas.
Kesimpulan : Faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan
kunjungan nifas yaitu tingkat pengetahuan, pendidikan, dan sikap. Sedangkan
faktor yang paling dominan adalah tingkat pengetahuan
Kata Kunci : pengetahuan, sikap, kepatuhan kunjungan nifas..