Abstract :
Latar Belakang : Remaja adalah tahapan dari anak ke dewasa yang ditandai
dengan banyak perubahan fisik, perilaku, kognitif, biologis, dan emosional. Pada
periode ini remaja beresiko untuk melakukan kenakalan dan kekerasan pada remaja,
baik menjadi pelaku kekerasan atau menjadi korban kekerasan. Salah satu
kenakalan yang terjadi cyberbullying, terjadi melalui perantara media social,
biasanya berbentuk pelecehan atau penganiayaan melewati media sosial. Dampak
cyberbullying korban mengalami kecemasan, depresi, ketidaknymanan, tidak mau
bergaul dengan teman sebaya, prestasi sekolah menurun, menghindar dari
lingkungan sosial, dan adanya upaya bunuh diri.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara religiusitas dengan
cyberbullying di SMP N 12 Yogyakarta
Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Stratified
Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 118. Instrumen penelitian
yang digunakan adalah kuisioner religiusitas dan kuesioner cyberbullying. Analisis
bivariat yang digunakan adalah Spearman Rank.
Hasil : Mayoritas responden adalah laki-laki dengan jumlah 64 responden (53,8%),
usia terbanyak yaitu 14-16 th dengan jumlah responden 63 (52,9%), relisiusitas
dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 86 responden (72,3%), dan cybebullying
dalam kategori rendah yaitu 103 responden (86,6%). Hasil uji statistik
menggunakan spearman Rank didapat hasil nilai p-value 0,000 yang artinya
terdapat adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku
cyberbullying pada remaja di SMP N 12 Yogyakarta.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan
perilaku cyberbullying pada remaja di SMP N 12 Yogyakarta.
Kata Kunci : Cyberbullying, Religiusitas, Remaja