Abstract :
Latar Belakang: Lansia adalah seseoramg yang usianya mencapai 60 tahun keatas.
Hasil proyeksi penduduk lansia tahun 2017 terdapat 23,66 juta jiwa(9,03%),
Berdasarkan dari BPS Profil Bantul salah satu penyakit tertinggi yang sering terjadi
pada lansia yaitu hipertensi sebanyak 5.655 orang mengalami hipertensi di wilayah
kerja Puskesmas Bantul 1. Faktor penyebab terjadi hipertensi adalah kurangnya
aktivitas fisik, Salah satu cara dalam mencegah hipertensi yaitu dengan cara
melakukan aktivitas fisik yang adekuat yang dipengaruhi oleh persepsi hambatan.
Lansia yang melakukan aktivitas fisik rendah terbukti 42,9% lebih rentan terkena
hipertensi.
TujuanPeneltian: Untuk mengetahui hubungan antara persepsi hambatan aktivitas
fisik dengan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Bantul I.
MetodePenelitian: Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Jenis penelitian
ini adalah Kuantitatif dengan rancangan cross sectional . Sampel penelitian adalah
lansia dengan hipertensi sebanyak 185 partisipan sesuai dengan kriteria eksklusi dan
inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Metode
pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji
Chi-Square.
Hasil : Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata usia responden Hipertensi
berada pada usia 60-67 tahun sebanyak 80 responden (43,2%), berjenis kelamin
perempuan sebanyak 146 responden atau 78,9%, pendidikan sekolah dasar sebanyak
93 responden atau 50,3%, tidak bekerja dengan jumlah 102 orang atau 55,1%,
Aktivitas fisik tidak adekuat 124 responden (67%), Persepsi hambatan rendah
sebanyak 107 responden (57,8%). Terdapat hubungan antara persepsi hambatan
aktivitas dengan aktivitas fisik pada lansia hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas
Bantul 1 Yogyakarta dengan nilai p 0,009<0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara persepsi hambatan aktivitas fisik dengan
aktivitas fisik pada lansia hipertensi.
Kata Kunci: AktivitasFisik, Hipertensi , Lansia