Abstract :
Latar Belakang : Angka gizi buruk balita menurut berat badan dan umur di
Indonesia cukup tinggi mencapai 5,7%, sedangkan di Kabupaten Bantul terdapat
kasus gizi buruk sebanyak 195 balita. Cakupan penimbangan balita dapat
mempengaruhi status gizi balita. Tingkat kehadiran posyandu di Dusun Dingkikan
70,0% dan Dusun Sungapan sebesar 77,1%.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan anak
balita ke posyandu dengan status gizi balita di Puskesmas Sedayu 2 Bantul
Yogyakarta tahun 2017.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan
cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini
menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak
109 balita. Data dianalisis dengan menggunakan chi-square.
Hasil : Penelitian ini menunjukan balita yang berkunjung di Puskesmas Sedayu 2
sebagian besar berjenis kelamin perempuan (62,4%). Tingkat kepatuhan
kunjungan balita posyandu sebesar 81,7% dan termasuk dalam kategori status gizi
baik sebesar 69,7%. Hasil analisis uji chi-square bahwa nilai p value = 0,008 lebih
kecil dari nilai taraf signifikan sebesar 0,05 (p ? ?) membuktikan adanya
hubungan frekuensi kunjungan posyandu dengan status gizi.
Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi kunjungan anak balita ke posyandu
dengan status gizi balita di Puskesmas Sedayu 2 Bantul Yogyakarta tahun 2017.
Kata Kunci : balita, KMS, posyandu, status gizi