Abstract :
Latar Belakang : sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan
antara bangun pagi sampai jam 9 sedangkan konsentrasi adalah pemusatan pikiran
atau terpusatnya perhatian terhadap informasi yang diperoleh oleh siswa. Salah
satu masalah yang ada pada siswa sekolah dasar adalah meninggalkan saraapan
pagi, sehingga apabila siswa tidak sarapan pagi dapat menyebabkan menurunnya
tingkat konsentrasi.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan
tingkat konsentrasi belajar siswa di SD Krapyak, Sedayu, Bantul.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, Rancangan
penelitian ini menggunakan penelitian Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini
adalah 66 siswa yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari SD Krapyak,
Sedayu, Bantul. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling yaitu teknik
pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Data yang
dikumpulkan kemudian di analisis menggunakan uji statistik Kendall Tau
instrument yang digunakan pada penelitian adalah lembar kuesioner sarapan di
adopsi dari penelitian sebelumnya sedangkan untuk kuesioner konsentrasi
menggunakan metode WISC-R.
Hasil : sebagian besar responden yang melakukan kebiasaan sarapan dengan baik
yaitu sebanyak 26 responden (39,4%), responden yang melakukan kebiasaan
sarapan cukup yaitu sebanyak 6 responden (9,1%) sedangkan responden yang
melakukan kebiasaan sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 34 responden (51,5%).
Sedangkan tingkat konsentrasi sebanyak 23 responden (34,8%) memiliki tingkat
konsentrasi yang baik, responden dengan tingkat konsentrasi cukup sebanyak 7
responden (10,6%) sedangkan 36 responden (54,6%) memiliki tingkat konsentrasi
yang kurang.Sedangkan hasil uji statistik Kendall Tau diperoleh p-value 0,001
(p<0,05).
Kesimpulan :Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi
dengan tingkat konsentrasi siswa di SD Krapyak, Sedayu, Bantul.
Kata Kunci : Anak Sekolah, Sarapan, Konsentrasi