Abstract :
Latar Belakang: Di Indonesia, penderita diabetes mellitus mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai tahun 2013 dan penyebab kematian terbesar nomor tiga di indonesia. Yogyakarta menempati nomor tertinggi penderita DM dengan prevalensi sebanyak 2,5%. Perawatan pada pasien DM
merupakan perawatan yang sulit dan lama sehingga membutuhkan peran serta dokter, perawat, ahli gizi, tenaga kesehatan lain. pasien dan keluarga memliki
peran yang penting dalam perawatan sehingga perlu mendapatkan edukasi
untuk memberikan pemahaman. Pemahaman yang baik akan sangat membantu
dalam meningkatkan kepatuhan individu dalam melakukan perawatan salah
satunya dengan Self care management.
Tujuan Peneltian: Mengetahui hubungan discharge planning dengan
kepatuhan self care management pada pasien diabetes mellitus di RSUD Kota
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan
sampel dilakukan di rawat inap RSUD Kota Yogyakarta dengan metode total
sampling, sampel yang digunakan yaitu 35 responden. Instrumen yang
digunakan adalah lembar kuesioner discharge planning dan kepatuhan self care
management. Analisa data menggunakan chi square
Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden
mendapatkan discharge planning dengan kategori baik 91,4%. Kepatuhan self
care management 85,7%. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan
yang signifikan antara discharge planning dengan kepatuhan self care
management dengan nilai p=0,007.
Kesimpulan: Ada hubungan antara discharge planning dengan kepatuhan self
care management di RSUD Kota Yogyakarta.
Kata Kunci: discharge planning, Self Care Management, diabetes mellitus