Abstract :
Latar Belakang : Narapidana merupakan seseorang yang menjalani kehidupan didalam penjara, kehidupan yang bersifat sangat luar biasa atau
ekstrim dan merupakan sumber dari depresi yang menempati posisi yang sangat tinggi karena seseorang akan kehilangan otonomi, kemerdekaan dan terpaksa harus berkumpul atau bersosialisasi dengan orang yang bukan pilihannya. Keadaan fisik, lingkungan, situasi sosial dapat mempengaruhi kesehatan individu dengan memberi perlindungan dalam melawan efek
depresi.
Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan
dukungan sosial keluarga dengan depresi di LAPAS II A dan LAPAS
Perempuan II B Yogyakarta.
Metode : Tempat penelitian di LAPAS II A dan di LAPAS Perempuan II
B Yogyakarta, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif dengan pendekatan Coss Sectional. Teknik pengambilan data
pada penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Sampel penelitian
berjumlah 199 responden yang berada di LAPAS II A dan LAPAS
Perempuan II B Yogyakarta. Sampling penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling, dengan uji analisis Kendall Tau.
Hasil : Narapidana dengan dukungan sosial keluarga baik sebagian besar
tidak mengalami depresi sebanyak (23,1%). Narapidana dengan dukungan
sosial keluarga cukup sebagian besar memiliki tingkat depresi berat
sebanyak (14,6%). Narapidana dengan dukungan sosial keluarga kurang
sebagian besar memiliki tingkat depresi berat sebanyak (3%). Hasil
perhitungan statistik menggunakan uji korelasi Kendall?s tau diperoleh pvalue
sebesar
0,000
<
?
(0,05).
Kesimpulan: Ada hubunganyang kuat antara dukungan sosial keluarga
dengan depresi di LAPAS Kelas II A dan LAPAS Perempuan Kelas II B
Yogyakarta
Kata kunci : Dukungan Sosial, Depresi, Narapidana