Abstract :
Latar Belakang: Remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa anakanak ke dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia 20 tahun. Masa remaja terjadi proses perubahan dan perilaku
yang menimbulkan penyimpangan pada remaja adalah tawuran, bullying dan cyberbullying. Cyberbullying merupakan tindakan menyakiti orang lain melalui
aplikasi dimedia sosial sehingga berdampak terhadap korban yang lemah. Perilaku
cyberbullying akan berlanjut jika dukungan orang tua yang kurang salah satunya
dukungan emosional orang tua. Dukungan ini diberikan agar remaja mampu
mengembangkan perilakunya dengan baik, selain itu remaja merasa aman,
nyaman dan dicintai.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan emosional orang tua dengan perilaku
cyberbullying pada remaja di SMP N 2 Gamping
Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, teknik
yang digunakan porposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner
dengan jumlah sampel 195 responden.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dukungan emosional orang tua
paling banyak yaitu kategori sedang 125 (64,1%) responden. Cyberbullying
dengan kategori rendah 187 (95,9%) responden. Tidak ada hubungan yang signifikan antara dua variabel dengan hasil p-value 0,849 >0,005 dan nilai r=-0,14
Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel dukungan
emosional orang tua dengan perilaku cyberbullying pada remaja di AMP N 2
Gamping.
Kata Kunci: Dukungan Emosional Orang Tua, Perilaku Cyberbullying, Remaja