Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dapat membunuh
dengan sembunyi (silent killer) karena penyakit ini penyebab awalnya tidak
diketahui dan atau tanpa gejala sama sekali. Hipertensi merupakan penyebab
kematian dan kesakitan yang tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan di Puskesmas Pundong Bantul pada tanggal 13 Oktober 2018 dengan
petugas puskesmas didapatkan jumlah lansia berusia ?60 yang mengalami
hipertensi tahun pada tahun 2018 sebesar 423 lansia mengalami hipertensi.
Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan status gizi dengan perubahan
tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas
Pundong.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai
analitik menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi yang
digunakan adalah lansia yang menderita penyakit hipertensi yang periksa di
puskesmas pundong dan di posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas pundong
dengan sampel penelitian berjumlah 206 lansia dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan observasi pada
varibel independen dan dependen.
Hasil : Hasil uji korelasi Spearman Rank di dapatkan hasil p value 0,004 (<0,05)
dan koefisien korelasi sebesar 0,199.
Simpulan : Hasil penelitian di Puskesmas Pundong Bantul menunjukkan bahwa
karakteristik lansia menurut kategori usia sebagian besar lansia usia 60-74 tahun
adalah 171 orang (83,0%). Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak
133 orang (64,4%), pendidikan terbanyak adalah tidak sekolah sebanyak 70 orang
(34,0%), pekerjaan terbanyak adalah IRT sebanyak 81 orang (39,3%). Terdapat
hubungan antara status gizi dengan perubahan tekanan darah pada lansia
hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pundong Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Status Gizi, Tekanan Darah