Abstract :
Latar Belakang: Perubahan yang terjadi pada lansia seperti perubahan fisik,
perubahan kardiovaskuler yang mana perubahan ini akan mengakibatkan tekanan
darah meningkat (hipertensi) pada lansia. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan
darah yang melebihi 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan 90 mmHg untuk tekanan
diastolik. Hipertensi dapat dikontrol dengan kepatuhan diitnya, dimana penderita
hipertensi harus menjalankan diit secara patuh setiap hari baik saat hipertensi ataupun
dalam keadaan normal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara kepatuhan diit hipertensi terhadap
tekanan darah pada lansia hipertensi.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan
penelitian Cross Sectional. Metode pengambilan sampel dengan nonprobability
sampling dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Populasi penelitian
sebanyak 423 lansia diwilayah kerja Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul. Jumlah
sampel sebanyak 206 lansia. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
kuesioner kepatuhan diit hipertensi selain itu juga menggunakan alat
sphygmomanometer dan stetoskop untuk mengumpulkan data tekanan darah lansia
hipertensi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian: Responden dengan kepatuhan diit kategori patuh sebanyak 95 orang
(46,1%), responden dengan kepatuhan diit kategori tidak patuh sebanyak 111 orang
(53,9%). Responden yang memiliki tekanan darah normal sebanyak 88 orang
(42.7%), dan yang memiliki tekanan darah hipertensi sebanyak 118 orang (57,3%).
Hasil dari uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan
diit hipertensi terhadap tekanan darah p= 0,017.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan diit hipertensi terhadap tekanan
darah pada lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul.
Kata Kunci: Kepatuhan diit, Tekanan darah, Lansia Hipertensi