Abstract :
Latar Belakang : Menurut Undang-Undang nomor 13 tahun 1998, lansia adalah
seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Berdasarkan Departemen
Kesehatan RI 2017 bahwa penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit yang
sering dialami lansia karena disebabkan oleh faktor genetik, pola makan, tidak
pernah olahraga, dan usia. Pola makan pasien hipertensi harus sesuai dengan diit
hipertensi.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan pola makan dengan perubahan tekanan
darah pada lansia hipertensi.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
rancangan penelitian Cross Sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan
nonprobability sampling dengan teknik Purposive Sampling. Populasi penelitian
sebanyak 423 lansia. Jumlah sampel sebanyak 206 lansia. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner Form Food Frequency Questionnaire (FFQ), alat
sphygmomano meter dan stetoskop serta lembar observasi. Analisa data
menggunakan uji statistik Chi Square.
Hasil Penelitian : Responden dengan pola makan sering mengkonsumsi makanan
pemicu hipertensi sebanyak 65 sampel (31,6%), responden dengan pola makan
jarang sebanyak 34 sampel (16,5%) sedangkan responden dengan pola makan tidak
pernah mengkonsumsi makanan pemicu hipertensi sebanyak 107 (51,9%). Untuk
responden yang mengalami perubahan tekanan darah sebanyak 127 (61,7%) dan
untuk responden yang tidak mengalami perubahan tekanan darah sebanyak 79
(38,3%). Hasil dari uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan
antara pola makan dengan perubahan tekanan darah p=0,000.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pola makan dengan perubahan tekanan
darah pada lansia hipertensi.
Kata Kunci : Pola makan, Tekanan darah, Lansia, Hipertensi