Abstract :
Latar Belakang : Ginjal memiliki fungsi utama sebagai pembuangan sisa zat metabolisme tubuh yang terjadi setiap waktu, oleh karena itu untuk mencegah
komplikasi dilakukan terapi pengganti hemodialisa (HD). PGK merupakan penyakit kronis dan membutuhkan terapi untuk bertahan secara terus ? menerus,
hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan psikologi, sosial, dan spiritual
pasien, perilaku penolakan, marah, perasaan takut, cemas. Maka dibutuhkan terapi
yang efektif salah satunya adalah relaksasi benson dan dzikir.
Tujuan : mengetahui efek kombinasi terapi relaksasi benson dan dzikir dalam
mengatasi kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Panembahan Senopati
Bantul.
Metodelogi : ini adalah jenis penelitian kuantitatif pre eksperimen dengan model one group pretest posttest design. Lokasi penelitian di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Subyek penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang menjalani hemodialisis rutin 2 kali seminggu. Besar populasi 230 pasien.
Sample penelitian diambil menggunakan teknik puposive sampling dengan
menggunakan rumus Lemeshow didapat 50 responden sebagai kelompok
Intervensi relaksasi benson dan dzikir dilakukan 2 kali seminggu selama 15 menit.
Data diambil menggunakan kuesioner kecemasan HARS (Hamilton Anxiety
Rating Scale). Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank.
Hasil : Kecemasan pasien hemodialisa mayoritas mengalmi kecemasan sedang 34
orang (68%) setelah dilakukan intervensi menurun menjadi 30 orang (60%)
dengan nilai signifikan P 0,002<0,05, maka kombinasi relaksasi benson dan dzikir
efektif dapat menurunkan kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Panembahan
Senopati Bantul.
Kesimpulan : Terdapat efek yang signifikan pemberian kombinsai relaksasi benson dengan dzikir efektif terhadap kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta 2019
Kata Kunci : Relaksasi Benson, Dzikir, Kecemasan, Penyakit Ginjal