Abstract :
Latar Belakang: Masa kehamilan seorang ibu dapat mengalami pengeluaran flek
darah yang menyebabkan ibu hamil mempunyai perasaan takut, khawatir dan
cemas. Ibu hamil yang memiliki koping adaptif cenderung dapat menceritakan
secara verbal dan mencari dukungan sosial untuk membantu dalam pemecahan
permasalahan yang sedang dialami, namun tidak semua ibu hamil yang
mengalami pengeluaran flek darah memiliki koping yang adaptif, yang
menyebabkan ibu hamil memiliki pandangan negatif yang membuat kesedihan
yang berlarut-larut, akibatnya dapat memicu kejadian yang lebih memperburuk
janin yang sedang dikandungnya.
Tujuan Penalitian: Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi lebih
dalam mengenai mekanisme koping pada ibu hamil yang mengalami flek darah
saat hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu 2 Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi. Sampel
penelitian ini adalah pada ibu hamil yang mengalami flek darah di wilayah kerja
Puskesmas Sedayu 2 Bantul. Pengambilan sampel menggunkan teknik purposive
sampling dilanjutkan dengan menggunakan snowball sampling.
Hasil Penelitian: (1) penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu karakteristik
flek darah pada ibu hamil, problem focused coping, dukungan suami menguatkan
ibu, respon ketidaknyamanan saat mengalami flek darah. (2) Strategi ibu hamil
yang mengalami flek darah mayoritas menggunakan problem focused coping
yang perpusat pada masalah yaitu kompromi.
Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang dilakukan pada ibu hamil dengan flek
darah didapatkan bahwa dukungan suami, keluarga dan sosial berperan penting
dalam membantu menurunkan rasa kecemasan pada ibu hamil yang mengalami
pengeluran flek darah.
Kata Kunci: Flek Darah, Kehamilan, Mekanisme Koping