Abstract :
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit yang menular dan
masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia. Pengobatan TB paru
adalah salah satu untuk mengendalikan infeksi dan menurunkan penularan.
Pengobatan TB paru membutuhkan jangka waktu yang cukup lama yang akan
menyebabkan stres.
Tujuan: Untuk mengetahui adakah hubungan lama pengobatan dengan tingkat
stres pasien TB paru di Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan
rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien TB paru yang menjalani
pengobatan di UPT Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Teknik pengambilan
sampel menggunakan sampling jenuh sejumlah 30 responden. Analisa data dengan
menggunakan uji spearman rank.
Hasil: Hasil penelitian tentang lama pengobatan dengan tingkat stres pasien TB
paru di UPT Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta menunjukan hasil 9
responden (30,0%) pengobatan tahap lanjutan dengan tingkat stres normal dan 5
responden (16,7%) pengobatan tahap awal dengan tingkat stres ringan. Uji korelasi
antar variabel dengan spearman rank diperoleh nilai p value 0,039 dengan nilai
koefisien korelasi (r) sebesar -0,379 yang artinya semakin lama pengobatan maka
tingkat stres semakin berkurang.
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara lama pengobatan dengan
tingkat stres pasien TB paru di UPT Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta.
Kata Kunci: Lama pengobatan, Stres, TB Paru