Abstract :
Latar Belakang : ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya
air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Salah satu keberhasilan ASI Eksklusif dengan cara melakukan IMD karena alternatif ini terbaik untuk mencegah
pemberian makanan/minuman prelaktat. Berdasarkan studi pendahuluan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang telah mendapatkan ASI Eksklusif sampai 6
bulan dari tahun 2016 sebesar 71,31% dan mengalami peningkatan di Tahun 2017
sebesar 72,15%. Sedangkan IMD dari tahun 2016 dalam satu jam atau lebih
setelah melahirkan sebesar 90,95% dan mengalami peningkatan di Tahun 2017 sebesar 91,74%.
Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara IMD
dengan riwayat ASI Eksklusif pada ibu bekerja di perusahaan wilayah Kabupaten
Sleman.
Metode : Penelitian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan rancangan
cross sectional dan populasi sama dengan sampel, jumlah sampel yaitu 126 orang
yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data secara langsung menggunakan
kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
analisa data menggunakan Uji Chi Square.
Hasil : Tidak terdapat hubungan antara IMD dengan riwayat pemberian ASI
Eksklusif pada ibu bekerja di wilayah Kabupaten Sleman (OR= 1,164, 95% CI:
0,419-3,239)
Simpulan : Tidak adanya hubungan yang bermakna antara IMD terhadap riwayat pemberian ASI
Kata Kunci : Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif, Ibu Bekerja