Abstract :
Background: ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi selama enam bulan pertama untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan cakupan ASI eksklusif di
Indonesia sebesar 37,3%. Persentase tersebut belum mencapai target renstra
cakupan ASI eksklusif nasional sebesar 80%. Faktor penyebabnya adalah banyak
ibu yang bekerja, sehingga ada keterbatasan waktu untuk menyusui bayi dengan
baik dan teratur. Motivasi sangat berperan penting dalam keberhasilan pemberian
ASI eksklusif karena motivasi mendorong ibu untuk mempertahankan perilaku
positif dan mengarahkan pada tujuan yang akan dicapai ibu.
Tujuan : Mengetahui hubungan motivasi dengan riwayat ASI eksklusif pada ibu
bekerja di Kabupaten Sleman.
Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross
sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu bekerja yang mempunyai
anak usia 6-12 bulan dan masih aktif bekerja full time di perusahaan di Kabupaten Sleman. Metode pengambilan sampling dilakukan dengan total sampling dengan
jumlah 126 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-Square
dengan program SPSS.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan ibu bekerja dengan motivasi tinggi yang
memberikan ASI eksklusif sebanyak 54 orang (42,9%). Hasil uji statistik
menggunakan uji chi square didapatkan p-value 0,001 (<0,05) sehingga terdapat
hubungan yang signifikan antara motivasi dengan riwayat ASI eksklusif pada ibu
bekerja di Kabupaten Sleman
Simpulan : Terdapat hubungan antara motivasi dengan riwayat ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kabupaten Sleman
Keywords : ASI Eksklusif, Ibu Bekerja, Motivasi