Abstract :
Latar belakang : Kenaikan berat badan selama kehamilan yang adekuat dapat dilihat dari IMT ibu sebelum hamil atau dilihat dari persen berat badan ibu pada
akhir kehamilan yang dibandingkan dengan berat badan standar. Stunting merupakan masalah gizi menahun yang di akibatkan oleh asupan zat gizi yang tidak mencukupi dalam waktu yang lama asupan zat gizi yang kurang dari kebutuhan zat gizi.
Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan kenaikan berat badan selama
kehamilan dengan stunting pada usia 24-59 bulan di Kecamatan Pleret dan
Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY.
Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan case
control. Variabel dari penelitian ini yaitu variabel dependen stunting dan variabel
independen berat badan ibu. Sampel dari penelitian ini adalah balita usia 24-59
bulan dengan besar sampel sebanyak 90 sampel yang terdiri dari 45 kelompok
kasus dan 45 kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan tehnik Multistage
Cluster Sampling dan simple random sampling. Analisis yang digunakan yaitu
analisis univariat dan bivariat dengan chi-square.
Hasil Penelitian: Didapatkan bahwa kenaikan berat badan selama kehamilan
tidak berhubungan secara statistik dengan stunting yang ditunjukkan dari hasil uji
chi-square di peroleh nilai p-value 0,084 (p-value >0,05) dengan OR 2,35 ( 95%
CI: 0,986-5,62) dapat diartikan bahwa kenaikan berat badan ibu selama kehamilan
yang tidak sesuai dengan rekomendasi berpeluang 2,35 kali melahirkan anak yang
stunting dibandingkan dengan ibu yang kenaikan berat badan selama kehamilan
yang sesuai dengan rekomendasi.
Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kenaikan berat badan selama
kehamilan dengan stunting pada usia 24-59 bulan di kecamatan Pleret dan
kecamatan Pajangan.
Kata Kunci: Kenaikan Berat Badan, Kehamilan, Stunting