Abstract :
Latar Belakang : Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa
proporsi konsumsi buah dan sayur yang kurang pada penduduk > 5 tahun masih
sangat bermasalah yaitu sebesar 95,5%. Konsumsi sayuran dan buah-buahan di
Kabupaten Bantul berdasarkan pada data SUSENAS menunjukkan penurunan
pada periode 3 (tiga) tahun terakhir, rata-rata konsumsi sayuran di Kabupaten
Bantul pada tahun 2015 sebesar 4,82%, tahun 2016 sebesar 2,59% dan pada tahun
2017 sebesar 3,20%. dan untuk konsumsi buah-buahan di Kabupaten Bantul, ratarata
konsumsi pada tahun 2015 sebesar 5,27%, tahun 2016 sebesar 2,09% dan
2,30% pada tahun 2017. Konsumsi serat pangan yang cukup sangat penting untuk
mencegah timbulnya penyait dan mencegah kelainan pencernaan seperti
konstipasi, hemoroid, dan kanker kolon.
Tujuan : untuk mengetahui hubungan konsumsi sayur dan buah dengan asupan
serat rumah tangga di Kabupaten Bantul DIY
Metode : Penilitian ini adalah penelitian observasional, dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga di Kabupaten
Bantul. Penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan Sampel
penelitian berjumah 87 rumah tangga meliputi 261 orang. Analisis data yang
digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher?s Exact.
Instrumen yang digunakan yaitu formulir identitas reponden, pengukuran
antropometri seperti menggunakan mikrotoise BB dan TB menggunakan
timbangan digital, pengukuran konsumsi sayur dan buah dengan menggunakan
form food list.
Hasil : 89,7% responden kurang mengkonsumsi sayur dan 81,6% responden
kurang mengknsumsi buah. Hasil hubungan konsumsi sayur dengan tingkat
asupan serat (p: 0,022 ; OR 9,25) dan hasil hubungan konsumsi buah dengan
tingkat asupan serat (p : 0,000 ; OR 42)
Kesimpulan : Terdapat Hubungan antara konsusmi sayur dan buah dengan
tingkat asupan serat rumah tangga di Kabupaten Bantul
Kata Kunci : sayur, buah, serat, rumah tangga