Abstract :
Latar Belakang : Diabetes Melitus Gestasional merupakan intoleransi glukosa
yang pertama kali terdeteksi pada saat kehamilan dan prevalensinya di Indonesia
sebesar 1,9%-3,6%. Beberapa faktor yang berhubungan dengan peningkatan
prevalensi DMG adalah riwayat DM keluarga, IMT, pendidikan, pengetahuan dan
lain-lain. Pengetahuan gizi seimbang merupakan pengetahuan tentang hubungan
konsumsi makanan dengan kesehatan tubuh sedangkan pendidikan ialah proses
untuk menambah pengetahuan.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi seimbang
dan tingkat pendidikan dengan diabetes melitus gestasional di Kabupaten Bantul
Yogyakarta.
Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian adalah ibu hamil
dengan usia kehamilan 1-12 minggu. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu
sebanyak 129 ibu hamil. Data yang dikumpulkan meliputi data pengetahuan gizi
seimbang, data pendidikan, data karakteristik, dan data kadar glukosa darah puasa.
Data akan dianalisis menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan ?< 0.05.
Hasil Penelitian : Tingkat pengetahuan gizi seimbang kategori baik sebanyak 136
responden (73.1%), tingkat pendidikan kategori tinggi sebanyak 129 responden
(69.4%), hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian DMG p-value 0.981,
hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian DMG p-value 0.685.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan
gizi seimbang dan tingkat pendidikan terhadap kejadian diabetes melitus
gestasional
Kata Kunci : Diabetes melitus gestasional, tingkat pengetahuan gizi seimbang,
tingkat pendidikan