Abstract :
Latar Belakang : Stunting adalah masalah gizi kronis yang masih menjadi
perhatian di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebab utama
stunting adalah asupan energi dan protein yang tidak adekuat. Prevalensi stunting
di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 37,2%, di Daerah Istimewa Yogyakarta
sebanyak 27,2%, dan Kecamatan Pajangan 22% pada tahun 2018.
Tujuan : Untuk mengetahui asupan energi dan protein sebagai faktor risiko
stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pajangan
Kabupaten Bantul.
Metode Penelitian : Observasional dengan rancangan case control. Jumlah
sampel penelitian 31 balita pada kelompok kasus dan 31 balita pada kelompok
kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling.
Analisis data univariat dan bivariat (uji Chi-square).
Hasil : Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dan protein dengan
kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pajangan Kabupaten
Bantul (p value > 0,05).
Kesimpulan : Asupan energi dan protein yang kurang bukan merupakan faktor
risiko kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas
Pajangan Kabupaten bantul.
Kata Kunci : asupan energi, asupan protein, stunting, balita