Abstract :
Latar belakang: Diabetes pada ibu hamil akan membahayakan janin karena
dapat menyebabkan kecatatan perkembangan janin dan gangguan
perkembangan sel pankreas, serta terjadinya makrosomia dan preeklamsia.
Semakin tinggi nilai IMT semakin tinggi pula kadar gula darahnya.
Penambahan berat badan selama kehamilan juga merupakan risiko
terjadinya Diabetes melitus gestasional.
Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara status IMT
sebelum hamil dan pertambahan berat badan selama kehamilan dengan
kejadian diabetes melitus gestasional pada ibu hamil di Kabupaten Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Metode: Penelitian analitik dengan rancangan crossectional di 13 wilayah
kerja Puskesmas di Kabupaten Bantul pada 186 subjek ibu hamil dengan
usia kehamilan 0-12 minggu pada trimester I dengan hasil pemeriksaan
Gula Darah Puasa (GDP) < 126 mg/dl dan hasil pemeriksaan TTGO ? 140
mg/dl, serta bersedia mengikuti penelitian (informed consent). Anamnesis
diabetes melitus gestasional ditetapkan pada ibu hamil dari hasil pengukuran
GDP dan TTGO ? 140 mg/dl di laboratorium di umur kehamilan 24-28
minggu. Variabel bebas yaitu IMT dan pertambahan berat badan ibu selama
kehamilan, variabel terikat yaitu diabetes mellitus gestasional. Analisis
bivariat dilakukan dengan uji Chi Square.
Hasil: Tidak ditemukan hubungan bermakna antara IMT prahamil
(p=0,261) dan pertambahan berat badan kehamilan (p=0,327) dengan
kejadian diabetes melitus gestasional.
Simpulan: Tidak ditemukan hubungan bermakna antara IMT prahamil dan
pertambahan berat badan kehamilan dengan kejadian diabetes melitus
gestasional.
Kata kunci: IMT, Pertambahan Berat Badan Kehamilan, Diabetes Mellitus
Gestasional