Abstract :
Latar Belakang: Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah keadaan intoleransi glukosa
darah yang diketahui pada pertama kali kehamilan. Apabila tidak terpantau secara rutin akan
menyebabkan berbagai komplikasi yang mengakibatkan morbiditas dan mortalitas. Aktivitas
fisik dan pekerjaan adalah salah satu metode dalam pengendalian DMG. Aktivitas fisik dan
pekerjaan meningkatkan sensitivitas insulin pada penyandang DMG.
Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pekerjaan dengan
kejadian diabetes melitus gestasional di Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Metode: Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 24-28 minggu yang
memenuhi kriteria skrining saat usia kehamilan 1-12 minggu, dengan jumlah sampel 186
orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas yaitu
aktivitas fisik dan pekerjaan variabel terikat yaitu DMG. Analisis univariat (deskriptif) dan
bivariat (uji chi-square).
Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik (p=0.787, OR: 0,899, 95%
CI:0,312-2,596), dan pekerjaan (p=0.270) tidak memiliki hubungan secara statistik dengan
kejadian DMG.
Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pekerjaan dengan
kejadian DMG.
Kata kunci: Aktivitas fisik, Pekerjaan, DMG