Abstract :
Latar Belakang: Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan intoleransi
glukosa yang dimulai atau diidentifikasikan pertama kali saat kehamilan
berlangsung. DMG di Indonesia sebesar 1,9%-3,6%. Penyakit DM juga dikenal
orang sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan asupan makanan, salah satunya
asupan karbohidrat dimana komsumsi karbohidrat yang tinggi dapat menyebabkan
ketidakstabilan kadar glukosa darah dalam tubuh.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat sederhana dan
karbohidrat total dengan kejadian diabetes mellitus gestasional di Kabupaten
Bantul.
Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan rancangan cross
sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 24-28
minggu yang memenuhi kriteria skrining saat usia kehamilan 0-11 minggu di
wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Bantul, dengan jumlah sampel 186 orang.
Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan Accu Check untuk pengukuran gula darah puasa
yang dilakukan oleh analis laboratorium puskesmas, kuisioner untuk data
karakteristik responden dan formulir Sq-FFQ untuk mendapatkan data asupan 1
bulan terakhir. Data akan dianalisis menggunakan chi-square dengan tingkat
kemaknaan ? < 0,05.
Hasil: Uji chi-square yang dilakukan menunjukkan tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara asupan karbohidrat sederhana (p=0,525) dan asupan karbohidrat
total (p=0,813) dengan kejadian diabetes melitus gestasional di Kabupaten Bantul.
Kesimpulan: Asupan karbohidrat sederhana dan karbohidrat total tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan kejadian diabetes melitus gestasional.
Kata kunci: asupan karbohidrat sederhana, asupan karbohidrat total, diabetes
melitus gestasional