Abstract :
Latar Belakang : Asupan sukrosa (gula) dan natrium yang berlebihan akan
meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi pada anak. Edukasi merupakan segala
upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi perilaku untuk lebih baik pada
individu, kelompok, atau masyarakat. Edukasi gizi memiliki beberapa
keunggulan,termasuk terjangkau, layak, tidak memiliki efek samping, dan
berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan itu dapat berdampak pada perubahan
perilaku pola makanan.
Tujuan : untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi pada orang tua terhadap rata-rata
konsumsi sukrosa dan natrium harian pada anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Bantul
Metode : metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode
eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan
bentuk pretest-postest with control grup. Subjek penelitian adalah anak sekolah dasar
di Kabupaten Bantul dengan besar sampel sebanyak 51 anak kelompok intervensi dan
51 anak kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster
sampling, random sampling, stratified random sampling, dan purposive sampling.
Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test.
Hasil : Pada kelompok intervensi natrium nilai p-value < 0.033 dan sukrosa p-value
>0.128. kelompok kontrol natrium nilai p-value > 0.654 dan sukrosa nilai p-value
>0.121. dan terdapat pengaruh edukasi terhadap asupan natrium nilai p-value < 0.006
sedangkan sukrosa tidak terdapat pengaruh nilai p-value < 0.905.
Kesimpulan : Ada pengaruh edukasi gizi pada orang tua terhadap rata-rata konsumsi
natrium harian pada anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Bantul dan tidak ada
pengaruh edukasi gizi pada orang tua terhadap rata-rata konsumsi sukrosa harian pada
anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Bantul.
Kata kunci : edukasi gizi, natrium, sukrosa