Abstract :
Latar belakang: Perilaku sedentary yang terjadi pada anak tidak luput dari akibat kurangnya perhatian orang tua kepada anaknya, saat ini orang tua telah membiasakan
anaknya menggunakan gadget dan komputer dengan bebas tanpa mengetahui dampak
yang ditimbulkan, salah satunya dapat meningkatkan screen-based activity. Orang tua
berperan penting dalam mencegah dampak perilaku tersebut yaitu dengan membatasi
waktu didepan layar dengan tujuan agar anak dapat melakukan aktivitas fisik lainnya.
Aktivtias fisik yang kurang dapat menyebabkan masalah gizi lebih (obesitas).
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi pada orang tua terhadap durasi
screen-based activity anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimental, desain
penelitian dengan metode pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini
yaitu anak dengan umur 9-12 tahun dan ibu siswa yang memiliki whatsapp, sedangkan
untuk kelompok kontrol dilakukan matching dengan menyesuaikan jenis kelamin,
umur dan pekerjaan orang tua. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 64 orang untuk
masing-masing kelompok intervensi dan kontrol.
Hasil: Nilai rata-rata kelompok yang diberikan edukasi adalah 147,91 menit/hari,
sedangkan sesudah edukasi meningkat menjadi 156,95 menit/hari. Setelah dilakukan
uji Wilcoxon didapatkan nilai p 0,567. Sedangkan Nilai rata-rata post test pada
kelompok intervensi adalah 156,95 menit/hari dan kelompok kontrol adalah 156,21
menit/hari setelah dilakukan uji mann whitney didapatkan nilai p 0,952. Dengan hasil
tersebut diketahui bahwa tidak ada hubungan antara edukasi yang diberikan terhadap
durasi screen-based activity pada anak.
Kesimpulan: Tidak ada pengaruh edukasi gizi pada orang tua terhadap penurunan
durasi screen-based activity anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul.
Kata kunci: Edukasi Gizi, Anak Sekolah, Screen-Based Activity.