Abstract :
Latar Belakang : Diabetes melitus gestasional merupakan suatu gangguan
toleransi karbohidrat berlangsung sampai usia 24 minggu kehamilan dan kembali
normal pada saat setelah melahirkan. Prevalensi indonesia sebesar 1,9-3,6% pada
kehamilan. Konsumsi makanan berisiko di kabupaten bantul untuk makanan
sumber lemak tertinggi ke-4 yaitu 7,0%.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan kolesterol
dengan diabetes mellitus gestasional pada ibu hamil di Kabupaten Bantul
Yogyakarta. Pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel di 13 wilayah kerja
puskesmas Kabupaten Bantul Yogyakarta dengan metode Purposive sampling.
Instrumen penelitian kuesioner SQ-FFQ. Analisa data menggunakan uji statistik
Korelasi Spearmen.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan
pendekakatanm cross sectional. Pengambilan sampel di 13 wilayah kerja
puskesmas Kabupaten Bantul Yogyakarta dengan metode purposive samplin.
Instrumen penelitian kuesioner SQ-FFQ. Analisis data menggunakan uji statistik
korelasi spearman.
Hasil : Hasil analisis univariat menunjukan responden yang mengalami diabetes
melitus gestasional sebanyak 24 responeden (12,9%) sedangkan yang tidak
diabetes melitus gestasional sebanyak 162 responden (87,1%). Hasil analisis
bivariat menunjukan bahwa asupan lemak (r=0,150, p=0,041). Asupan kolesterol
(r=0,39 p=0,602).
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan
diabetes melitus gestasional, namun tidak terdapat hubungan antara asupan
kolesterol dengan dengan diabetes melitus gestasional.
Kata Kunci : Asupan Lemak, Asupan Kolesterol, Diabetes Melitus Gestasional.