Abstract :
Latar belakang: usia harapan hidup penduduk Indonesia akan mengalami
peningkatan cukup signifikan dari 70,1 tahun menjadi 73,7 tahun. Meningkatnya
populasi penduduk usia lanjut menjadi masalah tersendiri dalam bidang kesehatan.
Proses penuaan berdampak pada meningkatnya berbagai macam penyakit
degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Faktor-faktor penyebab hipertensi antara
lain umur, keturunan, pola makan, aktivitas fisik, merokok dan obesitas. Untuk
mengontrol tekanan darah, dilakukan perubahan gaya hidup seperti penerapan pola
makan yang baik, tinggi konsumsi sayur, buah, dan air minum.
Tujuan penelitian: mengetahui hubungan riwayat konsumsi sayur, buah dan air
minum dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kabupaten Bantul.
Metode penelitian: penelitian dilakukan secara retrospektif dengan desain penelitian
cross sectional. Responden berjumlah 163 orang dengan usia ?60 tahun yang aktif
mengikuti kegiatan posyandu lansia di Kabupaten Bantul. Data sekunder yang
dikumpulkan adalah data mengenai nama dan umur lansia pada bulan Maret 2018.
Data primer yang diambil adalah data mengenai identitas responden, data kesehatan,
tekanan darah, serta data riwayat konsumsi sayur, buah dan air minum. Pengambilan
data primer dilakukan oleh peneliti dan enumerator terlatih. Analisis data yang
digunakan adalah chi square.
Hasil : hasil uji chi square menyatakan ada hubungan antara riwayat konsumsi sayur
dengan kejadian hipertensi (p=0,011), ada hubungan antara riwayat konsumsi buah
dengan kejadian hipertensi (p = 0,027), dan ada hubungan antara riwayat konsumsi air
minum dengan kejadian hipertensi (p = 0,000).
Kesimpulan : ada hubungan yang bermakna antara riwayat konsumsi sayur, buah dan
air minum dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kabupaten Bantul.
Kata kunci : Kejadian Hipertensi, Riwayat konsumsi, buah, sayur, air minum.