Abstract :
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik menjadi masalah besar dunia karena sulit
disembuhkan. Data yang diperoleh dari RSUD Wonosari tahun 2014 sampai
dengan tahun 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai
73,04%. Penatalaksanaan GGK dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya
pengaturan diet, masukan kalori suplemen dan vitamin, pembatasan asupan
cairan, obat-obatan, terapi penggantian ginjal seperti transplantasi ginjal dan
hemodialisa.
Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet
pasien hemodialisa di RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul
Metode Penelitian : Penelitian ini akan dilaksanakan dengan metode
observasional analitik. Penelitian dirancang dengan pendekatan cross sectional
untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Dilakukan di RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul dengan sampel pasien
hemodialysis rutin dua kali dalam seminggu dengan jumlah 48 reponden.
Instrument penelitian menggunakan kuesioner.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
berjenis kelamin laki-laki (66,7%), berusia >51 tahun (56,3%), dengan pendidikan
terakhir mayoritas SLTP/SLTA (39,6%), pekerjaan pegawai swasta (22,9%), lama
menjalani hemodialisa sejak 3-5 tahun (47,9%) responden serta sebanyak 28
responden (58,3%) diberikan edukasi lebih dari satu kali tidak mematuhi diet yang
telah dianjurkan Hasil analisis tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan
dengan kepatuhan diet pasien hemodialisa di RSUD Wonosari Kabupaten
Gunungkidul.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan
dengan kepatuhan diet pasien hemodialisa di RSUD Wonosari Kabupaten
Gunungkidul.
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Diet, Hemodialisa