Abstract :
Latar belakang: Berdasarkan Hasil Riskesdas 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar
25,8%. Prevalensi hipertensi di DI Yogyakarta sebesar 25,7%. Perilaku yang digambarkan adanya
kemudahan akses dan kurang aktifitas fisik merupakan faktor risiko meningkatnya tekanan darah.
Faktor lain yang berhubungan dengan tekanan darah adalah obesitas.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada
lansia.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian
ini adalah 179 orang lansia berumur ? 60 tahun yang berasal dari tiga kelurahan yaitu Kelurahan
Piyungan, Bantul dan Srandakan. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk
mengetahui identitas responden, status gizi lansia berdasarkan IMT, persentase lemak tubuh, rasio
lingkar pinggang panggul dan aktivitas fisik. Data analisis dengan menggunakan analisis univariat
(deskriptif) dan bivariat (chi-square).
Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan hipertensi (p=0,003,
OR=2,7), persentase lemak tubuh dengan hipertensi (p=0,011, OR=2,3), rasio lingkar pinggang
panggul dengan hipertensi (p=0,023, OR=2,0) dan aktivitas fisik dengan hipertensi (p=0,001, OR=3,0).
Variabel luar yang berhubungan dengan hipertensi yaitu asupan natrium (p=0,00, OR=61,2) dan
asupan serat (p=0,027, OR=2,06), sedangkan jenis kelamin (p=0,89, OR=1,0) dan umur (p=0,601,
OR=1,2) tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi.
Kesimpulan : Indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh, rasio lingkar pinggang panggul, aktivitas
fisik dan asupan natrium merupakan faktor risiko kejadian hipertensi, sedangkan jenis kelamin dan umur bukan merupakan faktor kejadian hipertensi.
Kata kunci : hipertensi, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, lansia.