Abstract :
Latar belakang: Noncommunicable disease (NCDs) merupakan penyebab kematian
terbesar diseluruh dunia. Lebih dari 36 juta penduduk meninggal setiap tahunnya
akibat NCDs (63%) dari kematian secara global. Faktor kebiasaan merokok dan
minum kopi merupakan faktor risiko hipertensi. Prevalensi hipertensi Daerah Istimewa
Yogyakarta yaitu diatas 25% dan dikabupaten bantul sebesar 20,8%.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan kebiasaan merokok dan
konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada laki-laki yang bekerja di Instansi
Pemerintahan Kabupaten Bantul tahun 2018.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
rancangan penelitian cross sectional. Sampel yang diteliti sebanyak 155 responden,
teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Variabel
yang diteliti meliputi nama, usia, jenis kelamin, pengukuran tekanan darah
menggunakan tensimeter, kebiasaan merokok dan konsumsi kopi. Analisis data
menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan ?<0,05.
Hasil penelitian: Presentase kejadian hipertensi pada laki-laki yang bekerja di Instansi
Pemerintahan 56,1%, kebiasaan merokok 23,9%, konsumsi kopi 37,4%. Hasil analisa
bivariate ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (p
value= 0,029), tidak ada hubungan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi (p
value=0,393) pada laki-laki yang bekerja di Instansi Pemerintahan Kabupaten Bantul.
Kesimpulan: Laki-laki yang bekerja di Instansi Pemerintahan Kabupaten Bantul
sebagaian besar hipertensi dan sebagaian kecil memiliki kebiasaan merokok dan
konsumsi kopi.
Kata kunci: Hipertensi, kebiasaan merokok, konsumsi kopi.