Abstract :
Latar belakang : Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang ibu hamil yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif. Prevalensi DMG di
Indonesia sebesar 1.9% - 3.6% pada kehamilan umumnya. Diet dan gaya hidup juga sangat
berperan pada kejadian DMG, wanita yang mengkonsumsi >5 porsi minuman berpemanis
gula/minggu memiliki risiko 22 % lebih tinggi menderita DMG.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan asupan karbohidrat
sederhana dengan kejadian diabetes melitus gestasional di wilayah puskesmas kecamatan
sewon, banguntapan, dan jetis Kabupaten Bantul.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan
penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive
sampling, subyek penelitian adalah ibu hamil yang datang ke puskesmas bantul, dan telah
dilakukan pengecekan GDS. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, yaitu
umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, riwayat DM keluarga, hasil pengukuran kadar
glukosa darah, serta pengisian formulir SQ-FFQ. Data akan di analisis menggunakan chisquare
dengan
tingkat
kemaknaan ? <
0.05.
Hasil
:
persentase
kejadian
diabetes
melitus
gestasional
pada
ibu
hamil
sebanyak
2.2%,
dan
asupan
karbohidrat sederhana pada ketegori lebih adalah 41.9%. Hasil analisa bivariat
menunjukkan bahawa tidak ada hubungan asupan karbohidrat sederhana dengan kejadian
diabetes melitus gestasional (p-value = 0.57).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat sederhana dengan kejadian
diabetes melitus gestasional pada ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan sewon,
banguntapan, dan jetis Kabupaten Bantul.
Kata kunci : Asupan karbohidrat sederhana, diabetes melitus gestasional.