Abstract :
Latar Belakang : Pelayanan kesehatan yang baik diharapkan akan menurunkan
angka kematian ibu (AKI) . AKI di Bantul pada 2016 ada 12 kasus dan pada 2015
ada 11 kasus. Kenaikan berat badan ibu hamil merupakan salah satu indikator
kecukupan gizi ibu selama hamil. Penelitian di NTB menunjukkan bahwa 81,7% ibu
hamil peningkatan berat badan selama hamil masih kurang baik Dari Profil
kesehatan Dinkes Bantul tahun 2016 diperoleh data kunjungan K4 92,08%, angka ini
masih kurang dari target kabupaten Bantul yaitu 95%, sedangkan kunjungan
terendah K4 terdapat di Puskesmas Sedayu II yaitu 72%. Kunjungan ANC dan
konseling gizi dapat mempengaruhi ibu tentang kehamilan.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan dan
konseling gizi ibu hamil pada pelayanan ANC dengan penambahan berat badan ibu
hamil di Kecamatan Sedayu bantul.
Metode Penelitian : Metode penelitian adalah deskreptif analitik dengan pendekatan
Cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 78 ibu hamil trimester 3 dengan teknik
pengambilan sampel Quota sampling. Penghitungan sampel dengan menggunakan
rumus slovin. Instrumen yang digunakan kuesioner dan buku KIA. Analisis data
menggunakan Regesi Linier.
Hasil Penelitian : rata-rata frekuensi kunjungan ANC 7,22 kali (± 2,970), rata-rata
frekuensi konseling gizi 5,62 kali (± 3,176), rata-rata penambahan BB ibu hamil
11,05 kg (± 3,871). Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ANC
dengan penambahan berat badan (p 0,033), frekuensi kunjungan ANC memiliki
pengaruh sebesar 5,8% terhadap penambahan berat badan ( R2 =0,058). Persamaan
Regresi Y = 8,783 + 0,314 X. Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi
konseling gizi dengan penambahan berat badan (p 0,045), frekuensi konseling gizi
memiliki pengaruh kontribusi sebesar 5,2% terhadap penambahan berat badan
(R2=0,052). Persamaan Regresi Y = 9,491 + 0,278 X
Kesimpulan : Ada Hubungan antara Frekuensi kunjungan dan Konseling gizi pada
pelayanan ANC dengan Penambahan Berat badan Ibu Hamil di Kecamatan Sedayu
Kata kunci : Frekuensi ANC, konseling gizi, ibu hamil, Pelayanan ANC