Abstract :
Latar Belakang : Wanita Usia Subur (masa pra konsepsi) merupakan calon ibu yang dijadikan
kelompok usia yang rawan dan perlu adanya perhatian khusus. Kesehatan pra konsepsi perlu
diperhatikan karena ada kaitannya dengan outcome kehamilannya. Status gizi masa pra konsepsi
berpengaruh pada kondisi kehamilan dan kesejahteraan pada janin menjadi yang lebih baik jika
pencegahannya dilakukan sebelum masa kehamilan. Keputusan untuk menikah dapat
memunculkan berbagai permasalahan, tekanan, tuntutan, atau situasi lain yang tidak
menyenangkan karena kurangnya persiapan sehingga berpotensi menimbulkan stres.
Tujuan : Mengetahui adanya hubungan antara stress dengan status gizi WUS Pranikah di
Kabupaten Bantul.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional.
Teknik sampling yang digunakan adalah Quota Sampling. Penelitian dilakukan terhadap wanita
usia subur (WUS) pranikah di wilayah Kabupaten Bantul, yang datang ke Kantor Kelurahan
untuk mendaftarkan pernikahannya atau untuk mengikuti penasehatan pranikah. Subjek
penelitian berjumlah 190 orang. Pengukuran stress dilakukan menggunakan kuesioner Perceived
Stress Scale (PSS) dan status gizi diklasi?kasikan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) dengan
cara mengukur berat badan dibagi tinggi badan kuadrat. Data dianalisis dengan menggunakan uji
Chi Square.
Hasil : Sejumlah 64,2 % responden yang mengalami stress sedang dan berat dengan status gizi
yang tidak normal. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara stress dengan status gizi (p>0,05; OR = 1.027).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stress dengan status gizi.
Kata Kunci: Stres, Status Gizi, dan Wanita Usia Subur (WUS) Pranikah