Abstract :
Latar belakang masalah penelitian ini adalah adanya kurangnya dalam
upaya pelaksanaan kebijakan madrasah yang ditandai dengan kesadaran siswa
masih rendah dalam pembiasaan nilai karakter dan kurangnya sumberdaya
manusia (SDM) guru yang belum memadai sehingga memberikan dampak kepada
nilai akhlak yang semakin merosot.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
upaya, metode, langkah-langkah, faktor pendukung dan penghambat dalam proses
internalisasi nilai di MIN 2 Bantul.Penelitian ini merupakan penelitian yang
bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan
mengadakan trianggulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan: Internalisasi nilai relevansi konsep
habluminannas pada implementasi pendidikan karakter ditunjukan dalam
pelaksanaan program madrasah ramah hak asasi manusia (HAM). Dalam
menjalankan program internalisasi nilai menggunakan tahap-tahap diantaranya
tranformasi nilai, dilanjutkan dengan transaksi nilai, kemudian transinternalisasi.
Metode yang digunakan adalah keteladanan, pembiasaan, pengawasan, nasihat,
hukuman, dan penghargaan. Adapun upaya internalisasi nilai relevansi
hablumminannas MIN 2 Bantul yaitu dengan memberlakukan madrasah ramah
HAM yang menyakup diantaranya yaitu pembiasaan senyum, salam, sapa, dan
jabat tangan, penggunaan bahasa jawa dengan sopan, pembiasaan karakter bernilai
HAM, dan melaksanakan fungsi kehumasan. Adapun faktor pendukung dalam
proses internalasi nilai relevansi hablumminannas adalah sekolah yang berbasis
agama, adanya program madrasah ramah HAM, dan kegiatan ekstrakulikuler.
Sedangkan faktor yang menghambat internalisasi nilai diantaranya yaitu
keterbatasan pemantauan siswa, adanya anggapan kecenderungan masyarakat
menyerahkan anaknya kepada pihak madrasah saja, sikap spikologis siswa yang
berbeda-beda.
Kata kunci: internalisasi, nilai relevansi konsep hamlumminannas,
pendidikan karakter