Abstract :
Latar belakang: Depresi merupakan kelainan perasaan berupa hilangnya minat atau
kesenangan dalam aktivitas yang biasa dan pada waktu lampau. Depresi pada lansia perlu
mendapatkan perhatian karena mempengaruhi asupan makanan, sehingga dapat
mempengaruhi status gizi.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan makanan, tingkat
depresi dengan status gizi lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso,
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Termasuk penelitian cross sectional, dilaksanakan bulan April 2018.
Jumlah responden 49 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling, dengan kriteria inklusi: lansia yang tinggal di BPSTW, mampu berkomunikasi,
bersedia menjadi responden, tidak menderita schizophrenia, tidak dementia. Data asupan
makanan melalui sisa makanan comstock, food recall 24 jam, tingkat depresi
menggunakan GDS-15, status gizi dengan IMT. Digunakan analisis univariat, bivariat
dengan chi-square,multivariat dengan regresi logistik.
Hasil : Asupan makanan termasuk kurang, depresi ringan 46,9%, tidak depresi 53,1%,
status gizi kurang 40,8%, normal 59,2%. Analisis bivariat didapatkan hasil p<0,05, ada
hubungan asupan makanan dan tingkat depresi dengan status gizi lansia. Analisis
multivariat menunjukkan asupan karbohidrat paling mempengaruhi status gizi lansia.
Kesimpulan : Ada hubungan antara asupan makanan dan tingkat depresi dengan status
gizi lansia di BPSTW Abiyoso Pakem, Sleman, Yogyakarta.
Kata kunci : Lansia; asupan makanan; tingkat depresi; status gizi