Abstract :
Latar belakang: Prevalensi overweight di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 pada
anak usia 5-12 tahun meningkat sebesar 9,1% sedangkan di wilayah Kota Yogyakarta prevalensi
overweight sebesar 15,6%. Peningkatan prevalensi overweight disebabkan oleh penggunaan
lahan yang rendah sehingga menyebabkan kurangnya aktivitas fisik. Faktor ekologi menjadi
salah satu faktor kejadian overweight, seperti dari segi desain dan arsitektur meliputi
pembanguan sekolah maupun pembangunan perumahan kota yang cukup padat dan sempit
sehingga membuat seseorang kesulitan dan kehilangan lahan kosong untuk bermain dan
melakukan aktivitas fisik dalam kesehariannya
Tujuan: Mengetahui hubungan antara proporsi penggunaan lahan dengan kejadian overweight
pada anak Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian anak SD di Kota
Yogyakarta total populasi sebanyak 35517 siswa. Besar sampel 320 siswa. Pengambilan sampel
menggunakan teknik Probability Proportional To Size. Overweight didefinisikan dengan IMT/U
>1SD dan tidak overweight ?1SD. Penggunaan lahan didefinisikan perbandingan antara jumlah
penggunaan lahan dengan luas wilayah yang dihuni. Analisis univariat menggunakan distribusi
frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Chi-square. Data analisis dengan menggunakan
program SPSS 20,0 for windows dengan tingkat kemaknaan 95%.
Hasil Penelitian: Responden dengan status gizi overweight sebanyak 105 sampel (29,9%) dan
yang tidak overweight sebanyak 255 sampel (70,8%). Untuk proporsi penggunaan lahan
presentase paling tinggi adalah dengan kategori kurang sebanyak 76,7%. Hasil analisis dari
kedua veriabel yaitu dengan p-value = 0,075.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara proporsi penggunaan lahan dengan kejadian
overweight pada anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta
Kata kunci: Overweight, Proporsi penggunaan lahan, Anak sekolah dasar