Abstract :
Latar belakang : Diabetes melitus gestasional (DMG) menjadi masalah global
dilihat dari angka kejadian dan dampak yang ditimbulkannya. Diabetes melitus
gestasional terjadi sekitar 4% dari semua kehamilan di Amerika Serikat, dan 3-5%
di Inggris serta di Eropa sebesar 2-6%. Sedangkan di Indonesia, WHO
memprediksi kenaikan jumlah pasien dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi
sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Faktor Obesitas merupakan salah satu penyebab
timbulnya berbagai penyakit degeneratif dan kini telah menjadi permasalahan
yang mendunia. Data survey National Health Examination and Nutrition
Examination Survey tahun 2007-2008 menunjukkan bahwa kejadian obesitas telah
meningkat. Yogyakarta menjadi provinsi nomor 14 dengan prevalensi obesitas
tertinggi di Indonesia.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan
kejadian diabetes mellitus gestasional di Kabupaten Bantul.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan
metode purposive sampling. Subyek penelitian adalah ibu hamil yang datang ke
puskesmas Kabupaten Bantul. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik
responden, yaitu umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, hasil pengukuran
kadar glukosa darah, berat badan ibu sebelum hamil, status gizi ibu hamil
berdasarkan IMT. Analisis data menggunakan uji fisher?s exact dengan tingkat
kemaknaan ? < 0,05.
Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan fisher?s exact antara
variabel obesitas dengan variabel diabetes melitus gestasional diperoleh nilai
signifikansi p-value = 0,023 (< 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara obesitas dengan diabetes melitus gestasional
pada ibu hamil di puskesmas Kabupaten Bantul.
Kata Kunci : Obesitas, Diabetes Mellitus Gestasional