Abstract :
Latar Belakang : Prevalensi pernikahan dini di Provinsi Yogyakarta tertinggi di
Kabupaten Gunungkidul yaitu 11,29%. Perkawinan usia muda yang disusul
dengan kehamilan akan berdampak negatif bagi kesehatan ibu dan janin yang
sedang di kandungnya. Salah satunya adalah meningkatnya risiko kelahiran
BBLR. Ibu hamil pada usia remaja (<20 tahun) mempunyai risiko kelahiran
BBLR 4,1 kali lebih banyak dibandingkan dengan ibu hamil di usia ?20 tahun.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada hubungan usia pernikahan dini dengan
kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Kabupaten Gunungkidul.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita
yang menikah yang menikah dini atau <20 tahun dan yang tidak menikah dini
dengan total 158. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 yang diambil dengan
perhitungan lemeshow. Metode pengambilan data yaitu dengan melakakuan
wawancara dan kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis
menggunakan uji statistik chi-square.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
dengan pendidikan SLTP (58,9%), tidak bekerja/IRT (83,9%), penghasilan
0,05)
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara usia pernikahan dini dengan kejadian BBLR di Kabupaten Gunungkidul
Kata Kunci : Usia Pernikahan Dini, BBLR