Abstract :
Latar belakang : Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan tingginya prevalensi
hipertensi di Indonesia, yaitu 25,8% dan obesitas sentral sebanyak 26,6%. Salah satu faktor risko
hipertensi yaitu obesitas. Obesitas dapat menyebabkan peningkatan cardiac output karena makin
besar massa tubuh makin banyak pula jumlah darah yang beredar sehingga curah jantung ikut
meningkat.
Tujuan :Mengetahui hubungan obesitas sentral dengan kejadian hipertensi pada laki-laki yang
bekerja di Instansi Pemerintahan Kabupaten Bantul.
Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional dengan metode deskriptif kuantitatif. Sasaran
penelitian adalah pegawai laki-laki yang bekerja di Instansi Pemerintahan Kabupaten Bantul.
Jumlah sampel sebanyak 160. Pengukuran lingkar perut menggunakan metline dan pemeriksaan
tekanan darah menggunakan tensi meter untuk melihat menentukan kejadian hipertensi dan
obesitas sentral. Analisis menggunakan korelasi pearson untuk melihat hubungan obesitas sentral
dengan kejadian hipertensi.
Hasil : Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antar lingkar perut dengan tekanan darah
sitolik dan diastolik. Analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling berpengaruh terhadap
tekanan darah sistolik dan diastolik adalah usia dan asupan lemak.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah sistolik dan diastolik
dengan lingkar perut dan mempunyai korelasi lemah.
KATA KUNCI : Obesitas sentral, hipertensi, tekanan darah sistolik, diastolik